"Gempa tremornya menurun dari waktu kita naikkan menjadi awas. Tadinya 30 sekarang amplitudonya 3-5 milimeter," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Surono.
Hal itu ditakatakan dia saat berbindang dengan detikcom, Kamis (25/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi terakhir Gunung Bromo ini, lanjut Surono, belum diperlukan langkah-langkah khusus seperti evakuasi penduduk. Namun, sikap kewaspadaan harus tetap dijaga oleh semua pihak.
"Langkah-langkah khusus belum perlu, asal daerah wisata tetap ditutup saja bagi wisatawan," ungkapnya.
Sebelumnya, Selasa (23/11) kemarin, pemerintah menaikkan status Bromo dari siaga menjadi awas. PVMBG dalam situsnya menjelaskan status Bromo menjadi awas mulai pukul 16.30 WIB.
"Berdasarkan pengamatan data kegempaan dan visual serta analisis data, status kegiatan G. Bromo dinaikkan menjadi Awas (Level IV) sejak 23 November 2010 pukul 16.30 WIB."
Adapun potensi bahaya yang akibat aktivitas vulkanik di Gunung Bromo adalah sebagai letusan freatik yang tiba-tiba. Pada tahun 2004 Bromo pernah meletus dengan singkat tanpa ciri-ciri awal yang kurang jelas.
(irw/lia)











































