"Saya tidak akan kembali," kata Kim Ji-kwon (53), seperti dikutip reuters, Rabu (24/11/2010).
Kim berada di ladangnya ketika Yeonpyeong dibombardir oleh Korut. Saat mendongak ke atas, ia melihat asap mengepul dari lokasi yang dihujani artileri.
"Saya baru saja meninggalkan semua yang saya dimiliki," ucap Kim dengan nada sedih.
Setidaknya dua warga sipil dan dua tentara tewas dalam serangan hari Selasa (23/11), yang lalu. Puluhan rumah penduduk terbakar. Soul menyatakan, Serangan di Semenanjung Korea itu menjadi yang terberat setelah Perang Korea berakhir tahun 1953.
Yeonpyeong adalah sebuah pulau kecil di barat Seoul yang dihuni oleh sekitar 1.600 warga sipil dan 1.000 tentara. Daerah itu diduduki Korsel pasca perang.
Sekitar 340 warga, sebagian besar perempuan, anak-anak dan orang tua, dievakuasi ke daratan Korsel menggunakan kapal penjaga pantai. Sebelumnya, mereka menghabiskan malam yang dingin di sebuah penampuan darurat.
Dengan menggendong anaknya yang masih kecil, Cho Soon-ae mendarat di Kota Pelabuhan Incheon bersama sejumlah pengungsi lainnya. Ia pun tak kuasa menahan tangis ketika tiba di tempat yang aman.
"Rumah saya terbakar habis. Kami sudah kehilangan segalanya. Saya bahkan tidak memiliki pakaian tambahan," kata Cho.
(irw/lia)











































