Berdasarkan data Sistem Komunikasi Haji Terpadu, jumlah jamaah yang meninggal hingga Rabu (24/11/2010) malam, sebanyak 18 orang. Dengan demikian total jamaah yang wafat 246 orang.
Tercatat jamaah terakhir yang wafat adalah Katiah Binti Sian. Jamaah kloter JKG 28 ini wafat di Makkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala Daerah Kerja Madinah Bidang Kesehatan Mawari Edy telah menginstruksikan petugas kesehatan agar memperhatikan kewaspadaan faktor risiko kesehatan. Pertama, petugas diinstruksikan melakukan identifikasi faktor risiko kesehatan jamaah haji secara cermat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap jamaah dengan penyakit bawaan khususnya Diabetes Militus dan Hipertensi dan melakukan pengawasan kepatuhan minum obat, pengendalian aktivitas harian, dan pola konsumsi.
Kedua, intensifkan visitasi terhadap seluruh jamaah haji dalam lingkup kloternya. Hal ini untuk meningkatkan deteksi risiko kegawatan medik. Selain itu visitasi juga untuk pengawasan distribusi makanan katering jamaah haji serta penyuluhan untuk mencegah konsumsi makanan kadaluwarsa.
Ketiga, melakukan antisipasi terhadap kondisi suhu dan kelembaban yang cenderung turun sehingga dapat mencapai angka ekstrem yang dapat mengganggu kesehatan.
"Harap dilakukan penyuluhan kepada jamaah dan pemberian contoh perilaku sehat di luar gedung berupa penggunaan masker basah, penggunaan surban untuk menutup telinga, pakai kaos kaki, dan konsumsi air yang cukup," kata Mawari Edy dalam surat edarannya kepada dokter kloter.
(iy/irw)











































