Didamping Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Agung bersama rombongan dari Menko Kesra melakukan pemantauan sekitar pukul 00.00 WIB. Posko tersebut berjarak 3 Km dari puncak Bromo.
Agung juga melihat langsung bagaimana pergerakan alat pencatat gempa (seismograf) untuk melihat aktivitas Bromo malam ini. Agung sempat berbincang dengan petugas piket yang berjaga di posko dan bertanya langsung bagaimana kondisi Bromo sepanjang hari Rabu (24/11), kemarin.
"Tadi petugas itu ditanya Bapak soal aktivitas Bromo dan dikatakannya, pagi (Rabu 24/11) tadi puncak sempat mengeluarkan asap merah. Tapi masih cukup aman," kata Staf Humas Menko Kesra Deni Malik menirukan ucapan petugas posko.
Menurut Deni, Agung juga sempat berpesan agar seluruh petugas tetap waspada untuk mencegah jatuhnya korban. "Bapak juga berpesan agar tetap waspada, diutamakan nyawa manusia, diselamatkan. Jangan sampai ada korban," lanjut Deni
Jadwal pemantauan ini dipercepat dari rencana awal yang sedianya akan dilakukan pada pukul 03.00 WIB dini hari. Pagi ini, Agung harus segera bertolak lagi ke Jakarta untuk mengikuti sidang kabinet.
"Karena Pak Menteri siang ada Sidang Kabinet di Istana, dan setelah dikalkulasi waktunya, kalau meninjaunya dilakukan jam tiga waktu tidaknya cukup," jelas Deni.
Usai meninjau posko, Agung langsung kembali menuju Hotel Bromo View untuk bermalam. Dijadwalkan pukul 06.00 WIB, Agung akan check out dari hotel menuju bandara Abdulrachman Saleh, Malang.
"Kalau tidak ada halangan take off dengan Garuda pukul 09.00 WIB," ujarnya.
(lia/irw)











































