Pejabat penting militer AS, Laksamana Mike Mullen, mengatakan, serangan Korut pada Selasa (23/11), lalu, terkait dengan suksesi di negara komunis tersebut.
"Tanpa masuk ke masalah-masalah intelijen, kita tidak melihat bahwa Korut mempersiapkan perpanjangan konfrontasi militer," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, PJ Crowley, seperti dikutip dari reuters, Rabu (24/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ini sangat penting bagi China untuk memimpin," katanya.
Β
"Satu-satunya negara yang mempunyai pengaruh di Pyongyang adalah China. Karena itu, kepemimpinannya dalam masa krisis ini sangat mutlak," ujar Mullen lagi.
Crowley melanjutkan, AS berharap China menggunakan pengaruhnya supaya Korut menghentikan tindakan provokatif di perbatasan. Beijing dapat memainkan peran sentral untuk meredakan situasi.
"China penting agar Korut bergerak ke arah yang berbeda secara fundamental," ujar Crowley.
Korut pada Selasa lalu memberondong Pulau Yeonpyeong, Korsel, yang berjarak hanya 3 Km dari perbatasan Korut. Peristiwa itu menewaskan 2 serdadu Korsel dan warga sipil. Serangan ini adalah yang terberat sejak Perang Korea berakhir tahun 1953.
(irw/lia)











































