Dua calon pimpinan KPK, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto dinilai memiliki gaya yang berbeda. Gaya tersebut diartikan sebagai karakter saat melontarkan ide dan pikirannya di tengah fit and proper test pimpinan KPK di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/11/2010).
"Sebenarnya hanya soal gaya," ujar anggota Komisi III DPR dari fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada wartawan di sela-sela fit and proper test pimpinan KPK.
Martin sendiri mengaku sudah melihat adanya dukungan ke salah satu calon tersebut. Diyakini Presiden SBY sudah menginstruksikan ke DPR agar memilih pimpinan KPK yang patuh kepada istana.
Busyro dinilai tipikal calon pimpinan KPK yang cukup kalem. Busro telah menunjukkan cara kepemimpinan yang sabar dan tertata kala memimpin KY. Sementara Bambang dikenal cukup reaktif sekalipun sudah berhasil mendorong pengungkapan rekayasa kasus Bibit dan Chandra.
"Apakah istana mau karakter pimpinan KPK yang berani?" ujar Martin.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR juga mengkritisi jawaban Busyro yang pelan dan kurang tegas. Menanggapi tudingan tersebut, Busyro pun terlihat tenang. Busyro bahkan berkelakar tak masalah disebut lembut asal bukan lelembut.
Saat ini fit and proper test Bambang tengah berlangsung. Bambang terlihat jauh lebih bersemangat ketimbang Busyro. Suara Bambang terdengar lebih lantang hingga membuat sejumlah anggota Komisi III DPR terlibat dalam perdebatan.
Jawaban Bambang kerap menggambarkan ketegasannya. Bambang berjanji mengusut setiap kasus korupsi di pemerintah.
Kedatangan Bambang juga tidak sendiri. Sejumlah LSM menonton uji kelayakan Bambang. Hal ini juga dianggap Martin menjadi salah satu poin yang diperhatikan istana.
"Ini tantangannya apakah akan memperkuat KPK atau tidak," terang Martin.
(van/irw)











































