Status Gunung Bromo Awas, PMI Siap Dirikan Posko

Status Gunung Bromo Awas, PMI Siap Dirikan Posko

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2010 19:49 WIB
Status Gunung Bromo Awas, PMI Siap Dirikan Posko
Jakarta - Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, kini berstatus awas. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diingkan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo siap mendirikan posko di wilayah lereng Gunung Bromo.

"Menyusul status Awas Gunung Bromo di Jawa Timur, PMI Kabupaten Probolinggo siap dirikan posko di wilayah lereng Gunung Bromo," ujar Kepala Markas PMI Kabupaten Probolinggo Suryadi dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (24/11/2010).

Menurut rencana, posko tersebut akan segera didirikan pada Kamis (25/11), besok. Nantinya, posko sendiri akan berada pada jarak 5-7 Km dari puncak gunung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kamis besok kami siap mendirikan posko di lereng yang berjarak 5 hingga 7 km dari puncak Gunung Bromo," katanya.

Untuk mendirikan posko ini, PMI Probolinggo akan berkordinasi dengan PMI Provinsi Jawa Timur. 30 Relawan Satuan Penanganan Bencana (Satgana) juga telah dikerahkan untuk tahap pertama.

"Satuan ini kita siagakan untuk dikerahkan setiap saat jika kondisi Gunung Bromo semakin buruk," jelas Suryadi.

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari pemerintah setempat bahwa area yang berjarak hingga 3 Km dari puncak Bromo harus disterilkan dan menjadi kawasan rawan bencana. Untuk itu, beberapa kawasan yang biasanya menjadi tempat wisata telah menjadi daerah terlarang untuk wisatawan dan warga.

"Lautan pasir, padang savana, bukit 'teletubbies' serta Penajakan 1 di kawasan Gunung Bromo kini masuk dalam area terlarang untuk wisatawan dan warga. Karena dikhawatirkan, gas belerang beracun dari Gunung Bromo akan membahayakan pengunjung dan warga sekitar," jelas Suryadi mengulang informasi yang dia himpun dari Pemda setempat.

Berdasarkan pantauannya, saat ini kondisi puncak Bromo masih terus mengeluarkan abu vulkanik. Meski ini biasa terjadi, tapi menurut warga setempat, aktivitas ini paling menonjol dari sebelumnya.

"Gunung Bromo masih mengeluarkan abu vulkanik. Warga di sini nampaknya sudah terbiasa dengan kultur Gunung Bromo yang kadang aktif. Namun mereka mengakui, kondisi sekarang yang paling menonjol," imbuhnya.

Sebelumnya, Selasa (23/11) kemarin, pemerintah menaikkan status Bromo dari siaga menjadi awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dalam situsnya menjelaskan status Bromo menjadi awas mulai pukul 16.30 WIB.

"Berdasarkan pengamatan data kegempaan dan visual serta analisis data, status kegiatan G. Bromo dinaikkan menjadi Awas (Level IV) sejak  23 November 2010 pukul 16.30 WIB."

Hari ini sejak pukul 03.00 gempa tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo maksimum 10-15 mm, dominasi 11 mm. Pukul 06.51 WIB Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 15 mm. sejak pukul 15.40 terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 30 mm.

Tanggal 22 – 23 November 2010 teramati hembusan asap berwarna putih sedang – putih tebal, tekanan kuat tinggi 250 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.

Adapun potensi bahaya yang akibat aktivitas vulkanik di Gunung Bromo adalah sebagai letusan freatik yang tiba-tiba. Pada tahun 2004 Bromo pernah meletus dengan singkat tanpa ciri-ciri awal yang kurang jelas.

(lia/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads