"Kami tegaskan tidak ada demo, baik kru maupun pilot. Sampai saat ini kami masih solid, “ ujar Alyana Dasuki, karyawan dari Divisi Keuangan dalam jumpa pers di Gedung Garuda Maintenance Facility di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang, Rabu (24/11/2010).
Dua orang perwakilan karyawan yang lain juga hadir, yakni Adi Nugroho dari Divisi Operasi dan Eka Agung dari Divisi Teknik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka Agung mengatakan, karyawan Garuda Indonesia saat ini turut serta dan membantu upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan oleh perusahaan untuk dapat segera menyelesaikan permasalahn kegiatan operasional penerbangan.
“Saat ini adalah saat yang tepat bagi kami karyawan untuk dapat bekerja sama saling membantu agar keadaan segera kembali pulih,” ujarnya.
Dalam rilis yang dikeluarkan 23 November, Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga), menyampaikan empat poin. Salah satunya menyatakan bahwa terganggunya operasional penerbangan PT Garuda Indonesia disebabkan oleh mismanajemen dan carut-marutnya pengelolaan bisnis Garuda di bawah kepemimpinan Emirsyah Satar.
Keterangan pers yang ditandatangani Ketua Bidang Humas DPP Sarikat Karyawan PT Garuda Indonesia, Tomy Tampatty, itu juga berisi permintaan kepada Kementerian BUMN untuk dapat membentuk tim guna menginvestigasi terganggunya operasional penerbangan Garuda.
(lrn/nrl)










































