untuk menyudahi perang Korea Utara- Korea Selatan yang kembali terjadi kemarin. Usulan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro kepada Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Scot Marciel karena forum tersebut telah lama vakum.
Forum tersebut beranggotakan AS, Rusia, Korea Utara, Korea Selatan, China dan
Jepang. "Sebaiknya diaktifkan. Dulu ini untuk membicarakan kawasan bebas nuklir.
Sudah saya minta kenapa tidak dimulai pembicaraan itu" kata Poernomo usai menerima Scot dikantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, (24/11/2010).
Menurut Purnomo, perang kali ini dipicu oleh garis perbatasan kedua negara yang tidak jelas."Ini karena tidak jelasnya garis batas yang tidak diakui kedua negara. Ini bisa direfleksi oleh Indonesia. Begitu itu sepihak, sulit dikatakan itu selesai. Korut-Korsel itu cuma garis batas imajiner," tambah Purnomo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada waktu itu (Konflik Korea 1953) orang berpikiran akan peranga tapi ternyata tidak. Bisa diselesaikan dengan dipolatis," ungkap Purnomo.
Seperti diketahui, Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) saling tuding siapa terlebih dahulu menembakkan senjata ke wilayahnya masing-masing. Keadaan kedua negara ini makin tegang.
Sementara Korut mengatakan Korsel yang memulai inisiatif untuk menembak terlebih dahulu. Korut membalas dengan serangan setelah memberikan beberapa peringatan.
Korut menembakkan sekitar 200 peluru artileri ke Pulau Yeonpyeong di wilayah Korsel.
Ini adalah serangan terburuk sejak kedua negara bertetangga ini melakukan gencatan
senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1953.
Serangan ini terjadi seiring kedatangan utusan AS ke kawasan itu menyusul sikap Korut yang melanjutkan pengayaan uranium. AS khawatir Korut akan membuat bom atom.
Sekitar 70 rumah terbakar di Pulau Yeonpyeong akibat dibombardir Korut. Sementara
para warga diungsikan ke dalam bungker atau keluar pulau dengan perahu nelayan. (asp/her)











































