"Nggak ada pembicaraan soal reshuffle. Kalau yang hadir sekarang banyak menteri dari Golkar, itu karena melaporkan tugasnya masing-masing," kata Menko Kesra Agung Laksono usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Di internal Partai Golkar, menurut Mantan Ketua DPR ini, sejauh ini juga tidak ada sama sekali pembahasan mengenai reshuffle. Sebab pada prinsipnya semua menyadari bahwa keputusan untuk melakukan reshuffle komposisi kabinet adalah hak sepenuhnya dari Presiden selaku Kepala Pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, yang ditemui secara terpisah menegaskan hingga saat ini Presiden SBY belum melakukan persiapan merombak komposisi anggota KIB II. "Sampai saat ini presiden belum memberi arahan ke saya untuk memberikan informasi soal reshuffle kabinet," ujarnya.
Julian mengaku memang sudah mendengar isu reshuffle itu. Laporan rutin mengenai kinerja para menteri kabinet juga sudah diterima dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Namun apakah hasil evaluasi UKP4 itu akan mengarah kepada reshuffle kabinet, sejauh ini belum ada kejelasan. "Tentu presiden mendengar ada pendapat tentang isu reshuffle. Tapi sepenuhnya tentang reshuffle itu nanti hak prerogatif presiden. Kami tegaskan belum ada informasi dari presiden," jelasnya.
(anw/lh)











































