"Berkas sudah kita terima tadi dan akan kita selesai pelajari pada minggu ini," kata
Ketua Dewan Pers Bagir Manan di kantor Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat,
Rabu (24/11/2010).
Usai mempelajari laporan Ical pada minggu ini, lanjut Bagir, Dewan Pers berencana
akan memediasi dan memanggil 8 media serta pihak Ical untuk dimintai keterangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagir menyarankan pihak Ical terlebih dahulu menggunakan hak jawab di media. Namun Bagir juga tidak melarang bila Ical menempuh jalur hukum dengan mengadukan ke pihak yang berwajib terkait pemberitaan yang dianggap merugikan orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin ini.
"Tapi akan sangat lebih elegan jika mereka datang ke Dewan Pers dan jika nanti tidak puas itu soal lain," jelasnya.
Berita adanya pertemuan antara terdakwa kasus penggelapan pajak, Gayus Tambunan mulai mencuat sejak Harian kompas mengabarkan desas-desus tersebut. Pengacara Ical, Aji Wijaya menyatakan, berita soal isu pertemuan Ical dan Gayus pertama kali muncul di Harian Kompas edisi 12 November 2010. Lantas, berita tersebut dikutip oleh media-media lainnya.
"Apa yang sudah dilansir Harian Kompas 12 November 2010 yang menulis "Dari informasi yang diterima Kompas, Sabtu pagi itu Aburizal disebut-sebut bertemu Gayus di sebuah resort yang dimilikinya," kata Aji.
Aji mengatakan, Kompas juga menyebut-nyebut saat itu Ical didampingi oleh Fuad Hasan, Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar. "Harian lain justru mengutip dan menyebarkan berita bohong tersebut," kata Aji.
(fiq/her)











































