"Saya mengaku sebagai anggota TNI AL supaya kelihatan gagah di depan SK dan keluarganya," kata Herman di Mako Lantamal VI Makassar, Rabu (24/11/2010). Herman berperawakan tegap.
Herman menceritakan, sudah 8 bulan menjadi anggota TNI AL gadungan. Padahal, Herman sesungguhnya bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) dan sudah memiliki dua anak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Dwi Tjahjono mengatakan, Herman ditangkap Tim Intelijen Lantamal diΒ Pelabuhan Sukarno, Makassar, saat hendak kabur ke Kaltim.
Tim Intelijen Lantamal menindaklanjuti laporan keluarga SK ke pihak Lantamal VI yang menuntut pertanggungjawaban Herman atas perbuatannya pada SK.
"Dengan uniform TNI AL Herman menyamar untuk meyakinkan pacarnya yang sudah hamil 5 bulan, belum ada laporan soal unsur pemerasan. Mudah-mudahan korbannya hanya satu," kata Dwi.
Menurut dia, kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kepolisian setelah berkas perkara dari proses penyidikan Herman sudah lengkap.
Dari hasil penyidikan sementara, Herman mendapatkan seragam TNI AL dari tukang jahit di Jalan Paccerakkang dan atributnya di Pasar Sentral Makassar.
(mna/aan)










































