Sebut Semangat Ical Bagus, Kompas Tunggu Panggilan Dewan Pers

Sebut Semangat Ical Bagus, Kompas Tunggu Panggilan Dewan Pers

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2010 14:38 WIB
Sebut Semangat Ical Bagus, Kompas Tunggu Panggilan Dewan Pers
Jakarta - Sejumlah media dilaporkan Aburizal Bakrie ke Dewan Pers karena merasa dirugikan dengan pemberitaan seputar isu pertemuannya dengan Gayus Tambunan di Bali. Kompas yang menjadi media terlapor menunggu panggilan Dewan Pers.

"Kami menunggu panggilan Dewan Pers. Kalau dipanggil tentu akan hadir, semangatnya Pak Ical (panggilan Aburizal) positif karena mencari mediasi melalui jalur yang tepat. Dewan Pers akan memberikan solusi dari persoalan berita itu," kata Pemred Kompas, Rikard Bangun, yang dihubungi detikcom, Rabu (24/11/2010).

Dikatakan Rikard, ketika medianya menyebut 'disebut-sebut si A bertemu dengan Gayus di Bali' tentu diikuti dengan ricek dan kroscek. "Kita memberikan ruang kepada Pak Ical untuk menyampaikan semacam bantahan kalau memang tidak benar. Secara jurnalistik kami sudah berusaha memberikan cover dari semua pihak," sambung dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbukti dalam berita-berita sebelumnya, sambungnya, dimuat pernyataan bantahan Ical tentang sinyalemen pertemuan di Bali tersebut. Rikard mengaku tidak memantau media lain apakah memang mendramatisir sehingga kehilangan konteks.

"Ini running news, berjalan setiap saat. Kami menurunkan berita itu karena ada sumber yang menyebut begitu, tapi kemudian kami juga minta komentar Pak Ical," tambah Rikard.

Rikard menangkap pihak Ical akan mencari mediasi. "Kami respek dengan ini. Untuk selanjutnya kita bermediasi dulu," ucap Rikard.

Pengacara Ical, Aji Wijaya, usai melaporkan sejumlah media di Dewan Pers menyatakan, berita soal isu pertemuan Ical dan Gayus pertama kali muncul di Harian Kompas edisi 12 November 2010. Lantas, berita tersebut dikutip oleh media-media lainnya.

"Apa yang sudah dilansir Harian Kompas 12 November 2010 yang menulis "Dari informasi yang diterima Kompas, Sabtu pagi itu Aburizal disebut-sebut bertemu Gayus di sebuah resort yang dimilikinya," kata Aji. Selain Kompas, Ical juga mengadukan detikcom, Media Indonesia, SCTV dan MetroTV.

Wapemred detikcom Didik Supriyanto menyatakan, pihaknya juga tengah menunggu panggilan Dewan Pers secara resmi. "Karena saat ini, kami belum tahu secara jelas, berita-berita apa saja yang diadukan Ical ke Dewan Pers," ujarnya.

detikcom mengumpulkan dan mempelajari kembali semua berita Ical yang telah dipublikasikan. "Sejauh ini kami sudah bekerja sesuai kode etik jurnalistik," ucap Didik.
(vit/nrl)


Berita Terkait