Recovery Sistem Garuda Indonesia Sudah Mencapai 80 Persen

Recovery Sistem Garuda Indonesia Sudah Mencapai 80 Persen

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2010 14:36 WIB
Jakarta - Penerbangan pesawat Garuda berangsur-angsur normal. VP Corporate Communication Garuda, Pujobroto, menyatakan recovery sistem di maskapai itu sudah mencapai 80 persen.

"Saat ini recovery sistem sudah mencapai 80 persen," kata Pujobroto di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (24/11/2010).

Pujo menjelaskan, kerusakan sistem pada hari Minggu, 21 November, terjadi selama empat jam. Akibatnya Garuda terpaksa melakukan input data secara manual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 106 penerbangan, hingga pukul 12.00 WIB, sudah 41 pesawat Garuda yang berangkat," katanya.

Sebelumnya, Officer In Charge (IOC) Bandara Soekarno-Hatta, Ruby Baskoro, menyatakan penerbangan Garuda di Cengkareng pada hari ini masih mengalami pembatalan. Penerbangan Garuda yang batal adalah GA208 Rute Jakarta - Yogya Pukul 11.00 dan GA210 Rute Jakarta -Yogya pukul 13.10 WIB. Sedangkan pesawat yang gagal datang ke Soekarno-Hatta ada 18 penerbangan.

Menanggapi hal itu, Pujobroto menyatakan data-data yang dimiliki Garuda lebih faktual dibandingkan IOC. "Itu tidak faktual, yang faktual dari kami," katanya.

Ganguan penerbangan di Garuda disebabkan adanya penerapan sistem baru. Penerapan sistem ini membuat jadwal penerbangan Garuda Indonesia terganggu.

Selama ini Garuda punya 3 sistem yaitu sistem yang memonitor pergerakan pesawat, sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri.

Sistem baruย  menggabungkan tiga sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). Namun rupanya sistem ini gagal beroperasi sempurna pada Minggu 21 November. Dirjen Hubud Herry Bakti bahkan sempat memerintahkan agar Garuda kembali ke sistem lama agar masalah hari itu tertangani.

Kegagalan sistem pada hari Minggu lalu menyebabkan pengelola Garuda tidak mengetahui posisi kru yang sebenarnya. Ada kru yang sedang terbang malah dijemput ke rumahnya, ada kru yang terpaksa harus terbang lebih sering, dsb.

(nal/nvt)


Berita Terkait