"Saya pura-pura beli pulsa, lalu lari naik ojek dan dikasih turun ke Pulogadung. Bayarnya Rp 50 ribu, uang itu dikasih sama teman," kata Rosdiana yang tidak lancar berbahasa Indonesia ini kepada detikcom, di Pos Polisi Pulogadung, Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2010).
Rosdiana menceritakan, ia bersama temannya, Nunu, meninggalkan kampung halamannya dengan berbekal uang Rp 20 ribu ini. Mereka menuju Jakarta sebulan silam. Rosdiana kemudian ditampung di sebuah penampungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama di penampungan, Rosdiana tidak diberi pelatihan. Ia hidup dari belas kasihan sesama temannya di penampungan. Surat-surat berharga miliknya juga tertinggal di penampungan.
"Saya belum bayar apa-apa. Tidak berangkat-berangkat ke Malaysia. Saya ingin pulang saja, anak saya sakit. Saya rindu anak saya. Saya suka dibelikan jajan sama Eti," kata Rosdiana sambil menangis.
Ibu dua anak ini mengaku telah menghubungi keluarganya. "Anak saya bilang, Mama pulang saja kembali ke kampung," kata Rosdiana yang lagi-lagi meneteskan air mata ini.
Rosdiana meminta agar sang suami mengiriminya uang Rp 500 ribu untuk ongkos kembali ke kampung halaman. "Kata suami, saya masih dicariin. Kami tidak ada rekening, tidak tahu dikirim lewat apa," ujar ibu dari
Iwang (5) dan Agus (4) ini.
"Saya mau pulang sekarang. Saya rindu anak saya. Saya tidak mau makan sampai saya dipulangkan," lanjut Rosdiana yang mengenakan baju warna coklat dan celana selutut ini.
(fiq/aan)











































