Demikian jawaban Ketum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, ditanya soal langkahnya melaporkan sejumlah media massa ke Dewan Pers. Media massa yang dilaporkannya itu diduga menyiarkan berita bohong mengenai pertemuannya dengan Gayus Tambunan di Bali.
"Agar tidak ada pembodohan dan pembohongan terhadap publik. Berita bohong yang sudah dibantah, terus disiarkan. Ini buat pembelajaran," ujar Ical, nama panggilan Aburizal Bakrie, Rabu (24/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah melapor ke Dewan Pers. Mungkin ada 5,6 atau 7 media massa (yang dilaporkan-red), saya lupa jumlah pastinya. Ini sistim yang agar pers dapat perbaiki cara kerja dan prestasinya," ujarnya.
Ada pun berita yang Ical anggap sebagai pembohongan terhadap publik, adalah kabar bahwa dirinya bertemu dengan Gayus Tambunan di Bali. Dia mengakui menonton turnamen tenis yang secara kebetulan ditonton oleh Gayus Tambunan, tapi tidak benar lantas keduanya mengadakan pertemuan di sela-selanya.
Spekulasi mengenai pertemuan Ical-Gayus itu tidak lepas dari kasus pajak yang membelit sejumlah anak perusahaan Bakrie yang bergerak di bidang tambang. Gayus kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pernah mengakui bahwa dirinya memberikan pelayan atas kasus pajak perusahaan milik Grup Bakrie.
(lh/fay)











































