Ical Tuding Media Mendramatisir Berita Bohong Kompas

Ical Tuding Media Mendramatisir Berita Bohong Kompas

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2010 14:01 WIB
Ical Tuding Media Mendramatisir Berita Bohong Kompas
Jakarta - Aburizal Bakrie melaporkan lima media massa ke Dewan Pers. Pria yang akrab disapa Ical itu menuding, sejumlah media massa itu telah menyebarkan dan mendramatisir berita bohong soal isu pertemuan Ical dan Gayus Tambunan.

Menurut kuasa hukum Ical, Aji Wijaya, berita soal isu pertemuan Ical dan Gayus pertama kali muncul di Harian Kompas edisi 12 November 2010. Lantas, berita tersebut dikutip oleh media-media lainnya.

"Apa yang sudah dilansir Harian Kompas 12 November 2010 yang menulis "Dari informasi yang diterima Kompas, Sabtu pagi itu Aburizal disebut-sebut bertemu Gayus di sebuah resort yang dimilikinya," kata Aji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aji mengatakan, Kompas juga menyebut-nyebut saat itu Ical didampingi oleh Fuad Hasan, Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar. "Harian lain justru mengutip dan menyebarkan berita bohong tersebut," kata Aji.

Padahal, kata Aji, berita yang dimuat Kompas itu sudah dibantah oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Ketua Satgas Pembentasan Mafia Hukum, dan Kuasa Hukum Gayus, Adnan Buyung Nasution.

Karena itu, Ical pun memutuskan untuk melaporkan lima media yakni Kompas, SCTV, MetroTV, Media Indonesia, dan detikcom ke Dewan Pers. Ical juga berencana untuk membawa kasus ini ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Namun saat ini, tim kuasa hukum Ical masih mempelajari dan mengkaji opsi tersebut. "Kita masih memperlajari," kata Aji.

(ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads