Komisi V DPR Akan Panggil Dirut Garuda Terkait Kacaunya Jadwal Terbang

Komisi V DPR Akan Panggil Dirut Garuda Terkait Kacaunya Jadwal Terbang

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2010 13:27 WIB
Jakarta - Komisi V DPR akan memanggil Dirut Garuda Emirsyah Satar dan Dirjen Perhubungan Udara Harry Bakti terkait kekacauan jadwal penerbangan Garuda. DPR akan menanyai asal muasal, mengapa kekacaun sistem jaringan Garuda bisa terjadi.

"Besok rencananya pukul 10.00 WIB, terkait carut marut penjadwalan penerbangan Garuda akibat penerapan IOCS," jelas anggota Komisi V DPR Yudi Widiana saat dihubungi, Rabu (24/11/2010).

Dia menjelaskan, Yudi akan akan mempertanyakan tentang road map system IT dan blue print design yang ada, dan pengaruhnya dengan kacaunya penjadwalan penerbangan.

"Kompatibilitas semua sistem dan software yang baru terpasang. Apakah sebelumnya sudah ada audit tentang sistem IT di Garuda," imbuhnya.

Sebelumnya, kekacauan sistem menyebabkan seluruh jadwal penerbangan Garuda terganggu mulai 19 November 2010. Puncaknya terjadi tanggal 21 November saat banyak penerbangan yang dibatalkan di dalam dan luar negeri.

Sejumlah pembenahan pun dilakukan untuk memulihkan sistem. Kemungkinan jadwal penerbangan baru akan pulih pada Kamis, 25 November 2010, mendatang.

Penerapan sistem baru di Garuda ini menyebabkan seluruh jadwal penerbangan Garuda Indonesia terganggu. Banyak pihak kecewa tak terkecuali Menteri Perhubungan, Freddy Numberi.

"Saya pribadi kecewa. Saat peristiwa itu terjadi, saya sedang di Papua," kata Freddy di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, (24/11).

Menurut Freddy, seharusnya jika terdapat perubahan sistem baru, dikomunikasikan lebih dulu kepada masyarakat. Jika belum siap, lebih baik ditunda.

"Perubaahan sistem ini, apa sudah dikomunikasikan dengan baik. (Agar) Masyarakat itu tahu. Atau jangan langsung diterapkan, diuji coba dulu," tambah Freddy.

Sementara pihak Garuda, ke depan akan menginput data secara real time dan otomatis.

"Ke depan, kita akan input data dengan real time dan otomatis, tidak dengan orang lagi. Jadi persoalan seperti ini tidak terjadi lagi," kata EVP Corporate Strategy and IT Sevices PT Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/11).

(ndr/fay)


Berita Terkait