"Sudah dilaporkan hari ini ke Dewan Pers, pukul 10.00 WIB. Lawyer saya yang ke sana," ujar Aburizal kepada wartawan di sela-sela pertemuan dengan eksponen buruh sekaligus meresmikan workshop 1 bidang ketenagakerjaan DPP PG, di kantor DPP PG, Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakbar, Rabu (24/11/2010).
Pria yang akrab disapa Ical ini enggan menjelaskan alasan dirinya memutuskan untuk mengadukan media tersebut ke Dewan Pers. Ical juga enggan menjawab pertanyaan wartawan media apa saja yang ia laporkan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara Ical, Aji Wijaya, juga enggan membuka media yang Ical adukan ke Dewan Pers. "Iya, kami ke Dewan Pers, tapi saya tidak bisa memberitahu (media apa saja yang dilaporkan) sebelum ketemu dengan Dewan Pers. Ke sini saja," kata Aji yang juga dikenal sebagai pengacara PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini, pada detikcom.
Ical melaporkan beberapa media karena disebut-sebut bertemu Gayus Tambunan di Bali awal November lalu. Pemberitaan itu bagi Ical adalah fitnah.
"Ini pembelajaran bagi media juga, agar dalam pemberitaan tidak memfitnah, tidak membunuh karakter, kita yakin pasti ada orang di balik ini semua, karena ini sangat tidak benar," ujar orang dekat Ical, Lalu Mara Satriawangsa.
(her/nrl)











































