"Perlu saya jelaskan, dalam seluruh keterangan berita yang dimuat oleh pers dalam kasus dugaan skandal permintaan jatah saham KS dan kemungkinan adanya dugaan pemerasan, saya hanya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan kepada saya dan tidak pernah ada inisiatif pemberitaan dari saya," kata Wina dalam emailnya kepada detikcom, Selasa (23/11/2010) malam. Wina menyampaikan hal ini untuk merespons dan sebagai hak jawab terkait protes detikcom dalam rilis detikcom.
"Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pers sekitar 30 tahun dan terutama sebagai anggota Dewan Pers, tentu tidak layak bagi saya untuk menolak permintaan wawancara wartawan karena akan menjadi preseden yang buruk seorang anggota Dewan Pers yang sudah berkecimpung sekitar 30 di dunia wartawan menolak ketika diwawancarai," tambah Wina yang menyayangkan protes yang dilakukan detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya pers, Wina juga selalu menekankan Dewan Pers belum mengambil sikap apa pun terhadap kasus ini dan menunggu laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan. "Oleh karena itu, sikap resmi Dewan Pers akan ditentukan setelah ada laporan resmi. "Sikap Dewan Pers akan ditentukan dalam rapat pleno," demikian selalu saya tekanan dalam hampir setiap wawancara. Dalam kenyataannya selama ini memang belum ada sikap resmi Dewan Pers soal ini karena memang belum ada rapat pleno untuk itu," jelas dia.
(asy/nrl)










































