"Dilihat dari data, dibandingkan hari kemarin memang mengalami sedikit penurunan tetapi kami perkirakan masih ada kemungkinan peningkatan gempa tremor," kata Ketua Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo, M. Syafi'i di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, kepada detiksurabaya.com, Rabu (24/11/2010).
Dari data seismik, Bromo mengalami gempa tremor dengan kekuatan 2-3 mm dengan amplitudo maksimal 24-35 selama 15-17,5 detik. Sedangkan gempa vulkanik sebanyak 3 kali. "Untuk amplitudo tremor memang sedikit menurun tetapi terus kami pantau," ungkap Syafi'i.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya padang pasir atau lahan terbuka, membuat kami menetapkan jarak aman 3 kilometer yang kami rasa sangat aman dengan terbantunya adanya lahan terbuka tersebut," tandas Syafi'i.
(wln/fat)











































