Daker Madinah Antisipasi Keterlambatan Pemulangan Jamaah

Laporan dari Arab Saudi

Daker Madinah Antisipasi Keterlambatan Pemulangan Jamaah

- detikNews
Rabu, 24 Nov 2010 03:43 WIB
Daker Madinah Antisipasi Keterlambatan Pemulangan Jamaah
Madinah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah melakukan
antisipasi menyusul keterlambatan pemulangan jamaah haji Indonesia gelombang
pertama. Bila terjadi keterlambatan dalam gelombang kedua dipastikan jamaah
tidak akan terusir dari hotel dan tetap mendapatkan jatah makanan.

"Kami minta kepada majmuah jamaah haji tetap di pemondokan yang sama, bila ada keterlambatan akibat delay atau kerusakan pesawat. Jamaah yang baru datang kami minta dicarikan tempat yang lain," kata Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib usai mengikuti pertemuan dengan 10 perusahaan katering di Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, Selasa (23/11/2010) malam.

Semua akomodasi jamaah termasuk pemondokan dan makanan akan menjadi tanggung
jawab maskapai penerbangan bila terjadi delay. Jamaah haji dipastikan tidak akan diminta tambahan biaya akibat keterlambatan pulang tersebut.

Diungkapkan Subakin, pada minggu pertama hotel di Madinah sangat padat. Majmuah diharapkan melakukan antisipasi dengan menyiapkan alternatif pemondokan lain untuk jamaah.

"Ini yang kami khawatirkan. Mudah-mudahan bila ada delay majmuah menyediakan rumah lain," kata Subakin.

Pemulangan jamaah haji gelombang pertama ke tanah air mengalami keterlambatan (delay) di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Bahkan Menteri Agama (Menag) yang juga Amirul Haj 2010, Suryadharma Ali juga termasuk yang menjadi korban. Menag harus delay selama 9 jam.

Juru bicara Garuda Indonesia di Jeddah, Hotma P Siregar mengatakan keterlambatan pemulangan jamaah haji disebabkan padatnya penerbangan sehingga fasilitas di terminal haji bandara tidak bisa memenuhi. "Padahal pesawat sudah siap," tutur Hotma.

Garuda Indonesia menargetkan jadwal kepulangan jamaah haji Indonesia baru 15
hari kedepan kembali normal. Saat ini jamaah haji terlambat mulai dari 3 jam
hingga 22 jam. Penyebab keterlambatan murni perizinan slot time dan parkir
pesawat.

(iy/nwk)


Berita Terkait