yang akan menyediakan makanan untuk jamaah haji Indonesia gelombang II. Perusahaan katering itu diingatkan agar kasus diare yang terjadi pada gelombang II tidak terulang.
Pertemuan PPIH dengan 10 perusahaan katering dilakukan di Kantor Misi Haji
Indonesia Madinah, Selasa (23/11/2010) sore.
Rapat dihadiri Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, penanggung jawab Katering PPIH Arab Saudi Sri Ilham Lubis, Kadaker Madinah Subakin Abdul Muthalib, Wakadaker Bidang Perumahan dan Katering Mucholih Djimun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada 10 katering tersebut, Bahrul mengingatkan agar memperhatikan dengan
serius soal tepat menu, tepat jumlah, tepat waktu, kesehatan dan higienitas. Katering juga diminta untuk menyediakan petugas quality control untuk mengontrol dan mengendalikan katering mulai dari bahan baku, proses memasak sampai distribusi.
"Mudah-mudahan tidak terjadi lagi hal-hal yang pernah terjadi di waktu lalu (gelombang I)," kata Bahrul usai pertemuan dengan 10 perusahaan katering.
Pada gelombang I, sekitar 100 jamaah, pada Kamis (28/10/2010) terkena diare setelah mengkonsumsi katering yang disediakan Fatani. Jamaah tersebut yakni jamaah Kloter 4 Banjarmasin (BTG), Kloter 39 Solo (SOC) dan Kloter 45 SOC.
Pada gelombang II, Fatani tetap dipakai karena PPIH kesulitan untuk mencari penggantinya. Bila Fatani mengulang kesalahan, kontrak akan langsung diputus. Bila menunjukkan kinerja yang baik yakni memenuhi kesepakatan kontrak maka akan dipertimbangkan untuk dipakai kembali pada tahun 2011 mendatang.
"Sekarang sampai akhir biarkan dulu karena tidak mudah menggantinya. Tapi sekali lagi ada kesalahan akan diambil perusahaan lain," tegas Bahrul.
Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib juga menyatakan akan bertindak keras bila Fatani membuat kesalahan lagi. Untuk sementara ini perusahaan katering sudah diberikan peringatan dan nasihat agar menyediakan makanan yang masih segar, bergizi dan tidak basi.
"Kita peringatakan kepada mereka agar tidak ada makanan yang basi. Begitu ada makanan yang basi, ya sudah saya sebagai komandan lapangan tidak akan memberi ampun lagi," ucap Subakin.
Daker Madinah akan secara ketat melakukan pemantauan soal penyediaan katering. Selain itu juga akan memberikan sosialisasi pada jamaah agar mengonsumsi makanan sesuai dengan waktunya.
"Setiap perusahaan katering harus menuliskan waktu makan, maka jamaah tidak boleh makanan pagi dimakan siang, demikian juga makanan siang tidak boleh dimakan malam," kata pria pehobi golf ini.
Jamaah haji gelombang II akan masuk Madinah pada 25 November 2010 mendatang.
Jamaah telah menyelesaikan proses haji di Makkah dan akan melanjutkan ibadah
salat Arbain, salat lima waktu berjamaah berturut-turut selama 8 hari di Masjid Nabawi.
(iy/nwk)











































