"Perwakilan kita terus memonitor warga Indonesia," kata Menlu Marty Natalegawa saat dihubungi detikcom, Selasa (23/11/2010).
Namun dia juga meminta agar para WNI dalam kondisi siaga dan mengikuti kondisi terkini dengan terus memonitor berita. Pemerintah belum memberlakukan travel warning ke Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinannya atas konflik Korea Selatan-Korea Utara yang sampai saat ini sudah menelan 2 korban tewas. Berikut ini pernyataan resmi pemerintah yang dikeluarkan oleh Kemlu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, R.M. Marty M. Natalegawa, atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas terjadinya saling tembak antara Korea Utara dan Korea Selatan di pulau Yeonpyeong yang telah mengakibatkan korban di kalangan sipil.
Pemerintah Indonesia mendesak kedua pihak untuk segera menghentikan permusuhan, melakukan upaya maksimal untuk menahan diri dan menghindari terjadinya peningkatan ketegangan.
Pemerintah Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya dimulai kembali Six Party Talks untuk membahas seluruh aspek yang terkait dengan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/11/2010), 2 tentara yang tewas ini termasuk dari 4 tentara yang sebelumnya luka parah. Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan ada 17 tentara yang terluka dan 3 warga sipil yang juga terluka.
Korsel dan Korut sebenarnya tidak pernah benar-benar berhenti perang. Perang Korea berakhir pada 1953 hanya dengan sebuah gencatan senjata. Kini, Korsel merasa gencatan senjata itu sudah dilanggar.
(ndr/gah)











































