Laut Merah merupakan laut yang pernah dibelah oleh Nabi Musa untuk menyelamatkan pengikitnya dari kejaran Raja Firaun. Kini Laut merah menjadi salah satu tujuan wisata terkemuda di Jeddah, Arab Saudi.
Layaknya wisatawan, jamaah Indonesia, hingga Senin (22/11/2010), memadati taman dan jalanan di sepanjang pantau Laut Merah sambil berfoto-foto dan makan. Saking banyaknya jamaah Indonesia, pantai Laut Merah sekilas nyaris menyerupai Ancol dalam versi lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hajah Qori asal Kampung Rambutan, Jakarta, juga mengaku ke Laut Merah hanya untuk bersenang-senang setelah serius melakukan ibadah haji. "Senang-senang saja di sini, lihat laut," kata Hajah Qori.
Menghabiskan senja di pantai Laut Merah cukup menyenangkan bagi jamaah Indonesia. Aneka jajanan Indonesia mulai sate, bakso, gado-gado dijual di sini dengan harga serba 5 riyal. Para pedagangnya pun kebanyakan warga Indonesia atau kalau pun bukan warga Indonesia mereka pandai berbahasa Indonesia.
Seorang penjual kurma muda misalnya menjelaskan dengan gamblang bagaimana cara mengkonsumsi kurma tersebut untuk membantu perempuan yang ingin segera hamil. "Lima riyal saja," kata si penjual.
Laut Merah juga memberikan nuansa yang berbeda dari Makkah dan Madinah. Di sini, beberapa remaja berani tidak memakai cadar ataupun penutup kepala.
(iy/lh)











































