Menteri Luar Negeri Indonesia, R.M. Marty M. Natalegawa, atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas terjadinya saling tembak antara Korea Utara dan Korea Selatan di pulau Yeonpyeong yang telah mengakibatkan korban di kalangan sipil.
Pemerintah Indonesia mendesak kedua pihak untuk segera menghentikan permusuhan, melakukan upaya maksimal untuk menahan diri dan menghindari terjadinya peningkatan ketegangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas akibat serangan bombardir Korea Utara sudah 2 orang, sementara ada 20 korban luka termasuk 3 warga sipil.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/11/2010), tentara yang tewas ini termasuk dari 4 tentara yang sebelumnya luka parah. Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan ada 17 tentara yang terluka dan 3 warga sipil yang juga terluka.
Korsel dan Korut sebenarnya tidak pernah benar-benar berhenti perang. Perang Korea berakhir pada 1953 hanya dengan sebuah gencatan senjata. Kini, Korsel merasa gencatan senjata itu sudah dilanggar. (gah/nwk)











































