"Kemungkinan sabotase?" tanya wartawan.
"Saya belum bisa katakan demikian. Tapi memang tidak mungkin kabel itu bisa copot sendiri. Saya belum ke arah sana. Kita investigasi dulu," ujar Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, VP Corporate Communication Garuda Pujobroto mengatakan kabel tersebut dilengkapi sistem antigempa. Kabel tersebut bagian dari sistem IT yang memonitor pergerakan pesawat, sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, dan sistem yang memonitor jadwal penerbangan.
"Posisi kabel itu ada di sistem IT. Ada di area sendiri dan restricted area," katanya.
Kekacauan sistem menyebabkan seluruh jadwal penerbangan Garuda terganggu mulai 19 November 2010. Puncaknya terjadi tanggal 21 November saat banyak penerbangan yang dibatalkan di dalam dan luar negeri.
Sejumlah pembenahan pun dilakukan untuk memulihkan sistem. Kemungkinan jadwal penerbangan baru akan pulih pada Kamis, 25 November 2010, mendatang.
(gah/nwk)










































