Korsel: Serangan Korut Disengaja

Korsel: Serangan Korut Disengaja

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2010 17:59 WIB
Korsel: Serangan Korut Disengaja
Seoul - Pemerintah Korea Selatan menegaskan serangan artileri Korea Utara adalah suatu kesengajaan. Mereka menuding Korut telah melanggar gencatan senjata sejak akhir Perang Korea 1953.

"Ini adalah sebuah serangan yang disengaja dan berencana," ujar Menteri Pertahanan Korsel, Lee Hong-ki, seperti dilansir Reuters, Selasa (23/11/2010).

Korsel dan Korut sebenarnya tidak pernah benar-benar berhenti perang. Perang Korea berakhir pada 1953 hanya dengan sebuah gencatan senjata. Kini, Korsel merasa gencatan senjata itu sudah dilanggar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini jelas-jelas pelanggaran terhadap gencatan senjata," imbuh Lee.

Sementara Kementerian Unifikasi Korsel sangat terdampak akibat serangan bombardir itu. Mereka mengumumkan pemerintah Korsel langsung menunda perundingan Palang Merah dengan Korea Utara.

Sebelumnya, Korut menembakkan sekitar 200 artileri ke Pulau Yeonpyeong di wilayah Korsel. Ini adalah serangan terburuk sejak kedua negara bertetangga ini melakukan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1953.

Serangan ini terjadi seiring kedatangan utusan AS ke kawasan itu menyusul sikap Korut yang melanjutkan pengayaan uranium. AS khawatir Korut akan membuat bom atom.

Pulau Yeonpyeong hanya berjarak 3 km dari perbatasan Korut. Sekitar 70 rumah terbakar di Pulau Yeonpyeong akibat dibombardir Korut. Sementara para warga diungsikan ke dalam bungker atau keluar pulau dengan perahu nelayan.

Aksi bombardir Korut dimulai sekitar pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 13.00 WIB. Korsel langsung membalas serangan itu. Kedua pihak saling adu artileri selama satu jam, sebelum akhirnya berhenti.

(fay/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads