Hindari Kekacauan Berulang, Garuda akan Input Data Real Time & Otomatis

Hindari Kekacauan Berulang, Garuda akan Input Data Real Time & Otomatis

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2010 17:44 WIB
Hindari Kekacauan Berulang, Garuda akan Input Data Real Time & Otomatis
Jakarta - Sistem baru yang diterapkan Garuda Indonesia mengalami masalah saat tidak bisa diakses selama empat jam pada 19 November. Hal itu menyebabkan, proses input data terganggu dan berdampak pada delay massal pada Minggu 22 November. Ke depan, Garuda akan menginput data secara real time dan otomatis.

"Ke depan, kita akan input data dengan real time dan otomatis, tidak dengan orang lagi. Jadi persoalan seperti ini tidak terjadi lagi," kata EVP Corporate Strategy and IT Sevices PT Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/11/2010).

Sistem baru Garuda yang terintegrasi tersebut saat ini telah membaik. Penerbangan mulai mengalir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elisa juga menyangkal pihaknya membatalkan 13 penerbangannya hari ini.ย  Sebenarnya yang terjadi, penumpang hanya dipindahkan ke jadwal penerbangan yang lain karena suatu masalah teknis.

"Kalau ada yang bilang Garuda melakukan pembatalan 13 penerbangan itu nggak benar ya. Karena dari kemarin kita infokan, mereka itu dipindahkan, bukan dicancel," kata

Garuda juga memberi pilihan untuk para penumpangnya. Bagi yang keberatan dan ingin membatalkan penerbangannya, Garuda akan memberikan kompensasi atau refund. "Demi kenyamanan, kita juga beri pilihan itu," kata Elisa.

Elisa mengatakan, pemberitaan itu tentu saja sangat merugikan citra Garuda. Karena seolah-olah Garuda tidak bertanggung jawab terhadap para penumpang. "Padahal kita hanya menginapkan orang itu hari Minggu saja, Senin sudah tidak ada," katanya.

Saat ini, jadwal penerbangan Garuda sudah berangsur normal. Meski belum sepenuhnya lancar, namun 'kekacauan' yang terjadi sudah mulai tertangani.

"Sekarang sudah mulai lancar, coba lihat sendiri di bandara, sudah mulai lancar," kata Elisa.

Selama ini Garuda punya 3 sistem yaitu sistem yang memonitor pergerakan pesawat, sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri.

Sistem baruย  menggabungkan tiga sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). Namun rupanya sistem ini gagal beroperasi sempurna pada Minggu 21 November. Dirjen Hubud Herry Bakti bahkan sempat memerintahkan agar Garuda kembali ke sistem lama agar masalah hari itu tertangani.

Kegagalan sistem pada hari Minggu lalu menyebabkan pengelola Garuda tidak mengetahui posisi kru yang sebenarnya. Ada kru yang sedang terbang malah dijemput ke rumahnya, ada kru yang terpaksa harus terbang lebih sering dsb. Elisa memperkirakan, sistem akan normal pada Kamis nanti.

(ken/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads