"Sebaiknya Jaksa Agung dipilih dari figur kuat dan bersih dari luar kejaksaan, supaya tidak punya konflik kepentingan dalam membenahi kejaksaan, terutama untuk memberantas mafia hukum di sana," kata Sekjen Transparency International on Indonesia (TII), Teten Masduki di Jakarta, Selasa (23/11/2010).
Dia menjelaskan, Jaksa Agung yang bersih diperlukan untuk mengatur manajemen kasus agar tidak terjadi penyimpangan. "Pergantian Jaksa Agung adalah momentum pembuktian komitmen Presiden untuk membenahi kejaksaan dan penegakan hukum pada umumnya," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan figur yang bersih dari eksternal, bukan berarti juga orang dalam pensiun tapi bersinergi membantu membenahi internal kejaksaan untuk menuntaskan pemberantasan korupsi.
"Kini kunci reformasi kejaksaan ada di tangan presiden," tutupnya.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi menyampaikan bahwa nama Jaksa Agung baru akan diumumkan minggu ini. Hanya ada 1 nama calon Jaksa Agung.
"Iya, mudah-mudahan (minggu ini)," kata Sudi usai menghadiri acara peresmian Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 2010 di Gedung Manggala Wanabakti, Departemen Kehutanan, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
(ndr/nrl)











































