"Sekali lagi pemberantasan korupsi ini harus dengan adanya bing bang, ledakan dahsyat. Tidak cukup berhenti pada retorika, tanpa aksi nyata," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakrta, Selasa (23/11/2010).
Menurut Din, tanpa adanya gerakan pemberantasan korupsi yang mempunyai efek luar biasa itu maka korupsi akan terus terulang. Akan muncul banyak sekali mafia-mafia hukum di masa depan tanpa ada pembenahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din melanjutkan, turun tangannya presiden untuk melakukan pemberantasan korupsi secara serius jangan dipandang sebagai sebuah intervensi. Namun, sebagai dorongan untuk reformasi di tubuh aparat dan lembaga penegak hukum.
Menyikapi kasus Gayus Tambunan, Din setuju terdakwa kasus mafia hukum itu diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga sepakat mantan PNS Ditjen Pajak itu dipindahkan dari Rutan Brimob Kelapa Dua Depok ke Rutan Cipinang.
"Jadi ada dua hal. Gayusnya sendiri ke depan harus segera dituntaskan dan diambil alih KPK. Penahanannya jangan di Brimob. Namun, pemberantasn korupsi ini juga harus dengan sebuah ledakan dahsyat," ulang Din.
(irw/aan)











































