Yasin salah satu korban yang juga warga RT 2 RW 4 mengatakan, setiap hari warga setempat memang membeli bubur ayam dari pedagang yang tinggal di RT1 RW 4 . Namun, baru kali ini Yasin mengalami keracunan.
"Saya beli dan makan bubur sekitar pukul 0700 WIB pagi. Namun, baru merasa mual-mual Jam 12 .00 WIB," katanya, saat ditemui .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lainnya, Radiansyah (3,5) dan Wiwi (9 bulan), anak Dwi Pujiastuti warga RT 04/04. Kedua bocah itu mengeluarkan busa dari mulutnya.
"Saya sempat bawa anak saya ke klinik jam 09.00 WIB. Namun klinik merujuk ke RS Asshobirinm," jelasnya.
Dokter RS Islam Asshobirin, dr Rasyid Dwi Nugraha, membenarkan para pasien terkontaminasi bakteri. Akibat mereka mengalami gejala mual dan muntah-muntah. "Jika terlambat penanganan bisa dehidrasi dan tewas," katanya.
Rasyid menambahkan, sampel bubur ayam yang dimakan warga sudah diambil petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. "Korban yang masih dirawat di sini tinggal empat orang," ungkap Rasyid.
(djo/djo)











































