Sistem Baru Garuda Sempat Bikin Istri Pilot Curiga

Sistem Baru Garuda Sempat Bikin Istri Pilot Curiga

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2010 15:10 WIB
Sistem Baru Garuda Sempat Bikin Istri Pilot Curiga
Jakarta - Tak cuma membuat pergerakan kru kacau balau, sistem baru untuk penjadwalan kru maskapai Garuda Indonesia ternyata juga sempat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Istri pilot was-was saat mobil jemputan Garuda datang. Padahal sang suami sedang berdinas terbang ke luar negeri.

"Ada pilot yang sedang terbang ke Hong Kong, tiba-tiba ada mobil jemputan datang. Nah ini kan bikin istrinya bingung," cerita Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Kapten Stephanus Gerradus, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/11/2010).

Istri pilot itu sempat curiga terhadap suaminya yang sebelumnya pamit bertugas. "Istrinya bingung dan sempat marah karena mengira suaminya pergi ke mana. Jadi miskomunikasi kan," lanjutnya. Padahal suaminya benar-benar tengah berdinas menerbangkan pesawat.

Stephanus mengatakan, sistem yang amburadul ini telah membuat kondisi fisik dan emosi kru terganggu. Hal itu karena jadwal yang tiba-tiba berubah dan tidak jelas.

"Karena sistem ini tidak berjalan lancar, jadi bikin kru yang baru saja terbang harus terbang lagi. Kita capek juga kalau begini kan, kita ini kerja babak belur harus ke sana kemari," kata pilot senior ini.

Sthephanus pun berharap, manajeman Garuda segera bisa membuat sistem tersebut berjalan normal. Jika semakin lama, hal itu akan membahayakan maskapai Garuda sendiri.

"Kan kalau jadwalnya kacau begitu, kondisi kru jadi tidak bisa terpantau. Dan itu nggak baik karena kan kita membawa banyak penumpang," katanya.

EVP Corporate Strategy and IT Sevices PT Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan, pihak Garuda Indonesia sebenarnya telah menerapkan sistem baru bernama IOCS (Integrated Operational Control System) atau suatu sistem yang mengatur operasional pesawat, awak kabin, dan jadwal penerbangan secara terpusat sejak 18 November 2010 lalu.

“Sistem ini meng-cut over system baru dan system lama dibackup. Namun, rupanya sistem tidak dapat diakses,” tegasnya.

Sebenarnya, kata Elisa, sejak tanggal 18, 19 masih belum ada masalah. Namun sejak
tanggal 20 sistem menunjukkan data tidak terupdate. “Tanggal 21 lebih tertinggal
sistemnya tambah tidak dapat terupdate. Akhirnya, pilot dan kru yang sebenarnya off
dijemput untuk bertugas,” jelasnya.

Setelah dilakukan audit terhadap system IT, diketahui ada cable data center di kantor pusat yang terkelupas. “Sehingga ini perlu direcovery. Kami memperkirakan hingga Kamis (25/11/2010) baru bisa normal,” katanya.

Selama ini Garuda punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). Namun rupanya sistem ini gagal beroperasi sempurna pada Minggu 21 November.

(ken/nrl)


Berita Terkait