Akibatnya bagian kaca depan mobil sedan warna hitam dengan nomer polisi RI 6 itu kotor oleh pecahan telur. Lima orang pelempar telur langsung diamankan oleh petugas keamanan DPR.
Di dalam aksinya massa tersebut membawa spanduk yang bertuliskan "SBY Pengkhianat Rayat, Mundur!". Mereka juga menuding DPR bukan sebagai lembaga yang mewakili rakyat.
"DPR ini bukan dewan perwakilan rakyat tapi dewan penipu rakyat," ujar salah satu orator, Haris Rusli dari Petisi UI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/11/2010).
Selain itu 3 orang menggunakan wig warna-warni dan juga topeng bergambar Presiden SBY juga ambil bagian dalam demonstrasi ini. Mereka selain berorasi juga melemparkan telur busuk sebagai tanda kekesalan terhadap DPR.
"Hari ini kita akan melempar telur busuk sebagai tanda DPR tidak pro rakyat," seru Haris Rusli. (ddt/lh)











































