Adalah situs Gizmodo yang mempublikasikan gambar-gambar dari alat yang kerap disebut pemindai bugil ini. Gambar-gambar ini bocor karena aparat US Marshal di Orlando, Florida, tidak menyimpan data ini dengan benar.
Padahal, otoritas di AS berulang kali mengatakan kepada masyarakat kalau gambar pemindai tubuh tidak bisa disimpan dan tidak bisa dipublikasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TSA adalah penanggung jawab keamanan bandara-bandara seperti polisi bandara di Indonesia. Mereka sudah memakai 315 alat full-body-scanner di 65 bandara AS sejak 2007. Tujuan utamanya untuk mencegah aksi terorisme masuk ke AS.
Sedangkan alasan Gizmodo membocorkan gambar ini untuk membuktikan kekhawatiran masyarakat. "Bahwa kita bisa melihat gambar-gambar ini hari ini adalah bukti kalau orang lain akan melihat gambar yang sama di masa depan," kata Joel Johson yang menulis di situs Gizmodo.
Pembocoran gambar ini menambah ruwet kekisruhan di AS akibat penerapan full-body scanner. Sebelumnya, sudah diterapkan aturan kalau mereka yang menolak dipindai, akan digeledah seluruh tubuhnya oleh petugas TSA termasuk payudara dan bagian intim. Penggeledahan ini dirasakan warga seperti pelecehan seksual.
"Saya merasa sangat terhina. Saya sampai tak bisa bicara," kata Tom Sawyer (61) kepada MSNBC.com
Masyarakat AS kini berkampanye di dunia maya untuk menolak pemindaian ini serta penggeledahan seluruh tubuh. Kampanye kian giat karena warga AS akan merayakan libur Thanksgiving.
(fay/nrl)











































