"Harus segera dibahas ini, mulai tidak sehat," kata Ketua MK Mahfud MD saat berbincang dengan detikcom, Senin (22/11/2010) malam.
Menurut Mahfud, pembahasan bisa dilakukan di tingkat badan musyawarah (bamus). Dia melihat, sejak penanganan kasus Century, kondisi di internal BK DPR sudah bermasalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya melihatnya masih konflik personal, jadi masih bisa dibereskan. Apalagi aduannya sudah banyak," tegasnya.
Perihal lambannya penanganan aduan sudah diakui oleh ketua BK DPR Gayus Lumbuun. Sejak timbul konflik di internal, belum ada satu pun kasus yang selesai ditangani BK DPR sejak setahun terakhir.
"BK ini setahun nggak pernah mutus perkara. Sekian banyak orang yang diadukan tapi nggak pernah diproses. Ini persoalan, ada 8 orang dari 11 yang memberontak, habislah yang tiga," ucap Gayus.
Kisruh ini dipicu oleh aktivitas 8 anggota BK DPR yang melakukan kunjungan kerja ke Yunani namun sempat transit di Turki. Di sela-sela menunggu tiket pesawat, mereka menyempatkan berjalan-jalan ke Istana Raja Turki.
Gayus Lumbuun memprotes keras aktivitas anggotanya ini. Menurut politisi PDIP itu, 8 anggota BK DPR yang pelesiran ke Turki telah mangkir dari tugas. Alasannya, dalam surat tugas yang ditandatangani ketua DPR Marzuki Alie, rombongan BK DPR berada di Yunani mulai 23-29 Oktober 2010. Namun, pada tanggal 27 Oktober, rombongan sudah meninggalkan negeri para filsuf itu.
(mad/fjr)











































