Hal ini disampaikan oleh staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief mengutip pernyataan Kepala PVMBG Surono.
"Awas Merapi, 22 Nov 2010 telah terjadi awan panas, pukul 21:50 WIB hingga 21:55 WIB, mengarah ke Kali Gendol," tulis staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dalam akun twitter-nya, Senin (22/11/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul ada awan panas, tapi durasinya sangat pendek. Belum ada laporan awan panas sampai keluar dari zona bahaya," tandas petugas piket BPPTK yang menolak disebutkan namanya, kepada detikcom.
Seperti diketahui pemerintah melalui Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) telah mengumumkan bahwa radius bahaya di kawasan Merapi kembali dipersempit. Kabupaten Sleman yang pada penyempitan radius bahaya 'jilid 1' tak diturunkan jaraknya, kali ini mendapat kabar gembira dengan diturunkan jaraknya sampai 10 km.
Untuk wilayah di sebelah barat Kali Boyong radius bahaya menjadi 10 km. Sementara yang berada di timur sungai tersebut sampai ke Kali Gendol, radius bahaya menjadi 15 km. Untuk wilayah Magelang dan Boyolali juga mengalami penurunan yakni masing-masing 5 kilometer dan 10 kilometer. Sedangkan Klaten tetap berada di radius 10 km.
(fjr/mad)











































