Pantauan detikcom, Senin (22/11/2010) sore, situasi di luar pintu keberangkatan masih cukup ramai. Setelah check in, sebagian penumpang Garuda diminta masuk ke ruang tunggu. Hanya 1-2 yang masih berada di luar.
"Ya delay. Nunggu aja. Tanggung," kata seorang penumpang yang enggan disebut namanya sambil masuk pintu keberangakatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, GM Garuda Semarang, Kokoh Ritonga yang berhasil dihubungi via ponsel mengatakan, pihaknya menjamin penumpang terangkut. "Tapi ya itu tadi, delay, antara 10 menit - 1,5 jam," katanya.
Durasi delay itu berbeda dengan penuturan seorang penumpang, Hasan Aoni. Warga Kudus ini mengaku telah tiba di Jakarta setelah pesawatnya delay lebih dari 4 jam. "Jadwal jam 07.10 WIB akhirnya berangkat jam 11.30 WIB," katanya melalui sms.
Kokoh mengakui akibat delay, beberapa penumpang yang pindah maskapai. Namun ia tak bisa merinci jumlah penumpang yang pindah haluan tersebut.
Lebih jauh, Kokoh memastikan, besok kondisi belum normal. Dari 9 penerbangan, Garuda hanya memberangkatkan 6 penerbangan. Ini dilakukan agar tidak ada penumpukan penumpang.
Setelah pesawat datang dari Jakarta pada pukul 10.10 WIB, beberapa pesawat Garuda datang dan pergi. Namun, karena ada penumpukan penumpang akibat delay jadwal sebelumnya, penerbangan tersebut belum mampu mengangkut semua penumpang. Kondisi relatif kondusif.
(djo/djo)










































