Jebakan yang dipasang berupa sangkar besar terbuat dari besi dengan ukuran sekitarย 2 X 1 X 1 meter. Jebakan itu dicat hijau.
Sebagai umpan, petugas BKSDA menaruh 2 ekor ayam di dalam jebakan. Sedangkan di belakang jebakan, petugas mengikat seekor kambing kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan detikcom, pasca erupsi besar Merapi 5 November lalu sedikitnya jejak macan terlihat di tiga tempat. Pertama di kawasan Desa Candibinangun Kecamatan Pakem yang berdekatan dengan aliran Kali Boyong. Di tempat ini petugas tidak berhasil menangkap meski sudah memasang perangkap.
Kedua pada 14 Novemberย di sekitar Dusun Kali Tengah Lor. Jejak itu ditemukan Tim SAR DIY saat melakukan evakuasi. Bekas tapak macan itu terlihat jelas di tanah dekat reruntuhan rumah di Kali Tengah Lor setelah material Merapi terkena air hujan.
Jejak itu mengarah ke timur atau menuju arah yang tidak terkena awan panas. Sedang jejak ke tiga adalah yang ditemukan di
Dusun Balong ini.
Diduga 'kucing besar' jenis macan tutul (panthera pardus) itu memasuki kawasan pemukiman untuk mencari makan. Hewan langka itu kelaparan karena tak ada lagi mangsa di habitatnya yang rusak disapu awan panas.
(djo/djo)











































