"Kami hanya dijamu tarian pakai baju kurung celana panjang menghibur kami, saat kami makan malam mau pergi ke Turki," ujar anggota BK DPR dari FPAN, Abdul Rozaq Rais, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2010).
Hal ini disampaikan BK menjawab isu gencar anggota BK yang minta disuguhi tari perut di Turki. Tari yang dibawakan gadis cantik berbaju kurung sendiri sudah biasa untuk menjamu tamu kenegaraan Yunani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada disampaikan oleh anggota BK DPR dari FPKS, Anshori Siregar. Anshori sendiri tidak risih menonton karena gadis tersebut mengenakan jilbab.
"Pakai jilbab, warung makannya juga sangat sederhana. Masya Allah fitnah itu, kita orang tua dibilang nonton tari perut," ucap Anshori.
Selepas disuguhi tari kurung, anggota BK melenggang ke Turki selama dua hari. BK bertahan di Turki karena gagal mendapat tiket langsung ke Jakarta.
Di Turki, anggota DPR sempat mengunjungi Istana Raja Turki di Istambul. DPR merasa kepergiannya ke Turki sesuai prosedur.
(van/gun)










































