Dua Hari di Turki, Rombongan BK DPR Merasa Tak Langgar Aturan

Dua Hari di Turki, Rombongan BK DPR Merasa Tak Langgar Aturan

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 13:32 WIB
Dua Hari di Turki, Rombongan BK DPR Merasa Tak Langgar Aturan
Jakarta - Rombongan studi banding Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani merasa tidak melanggar kode etik sekalipun mampir ke Turki. Tudingan adanya permintaan suguhan tari perut juga dianggap sebagai kebohongan.

"Tidak ada aturan-aturan baik tatib maupun kode etik yang kita langgar. Kita berangkat atas ijin dan perintah pimpinan DPR," ujar Nudirman Munir, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2010).

Wakil Ketua BK DPR yang memimpin rombongan BK DPR ke Yunani, itu membenarkan bahwa rombongan usai dari Yunani menuju Turki untuk mendapatkan penerbangan ke Jakarta. Sayangnya, dua kali mengantre dua kali pula gagal mendapat tiket.

"Kita tiba di Turki malam, besoknya nggak dapat tiket, jadi lusanya kita berangkat ke Jakarta," terang Nudirman.

Politisi dari Partai Golkar ini menuturkan selama dua hari di Turki, BK DPR menghabiskan waktu di hotel. Sama sekali tidak benar bila ada yang menuding mereka berwisata bahkan memesan atraksi tari perut.

"Nggak ada tari perut, itu bohong, itu memberikan upaya jelek kepada badan kehormatan," papar Nudirman.

Nudirman kemudian mengecam sikap Ketua BK Gayus Lumbbun yang hendak memeriksa anggota BK DPR. Menurutnya Gayus juga pernah ke luar negeri dan tidak pernah sekalipun dipermasalahkan.

"Kalau ini malah merusak BK sendiri, tanya sama dia pernah," tutupnya.

Sebelumnya, rombongan BK DPR bertolak ke Yunani selama sepekan untuk studi banding kode etik bagi anggota parlemen. Namun demikian selama dua hari terakhir rombongan BK justru berada di Turki.

Hal ini kemudian dijadikan dasar bagi 10 LSM untuk melaporkan 8 orang anggota rombongan BK ke Badan Kehormatan DPR. Ketua BK DPR menyatakan bersedia memeriksa jika anggota BK DPR yang turut dalam rombongan studi banding tersebut telah dinonaktifkan dari keanggotaan di BK DPR.

(van/lh)


Berita Terkait