"Tindak kekerasan dan penganiayaan TKI yang menimbulkan korban jiwa membuktikan bahwa Pemerintah SBY-Boediono tidak dapat melindungi kesejahteraan rakyatnya," kata seorang orator saat aksi di tengah-tengah perempatan dari arah Cikini menuju Salemba, Jakarta Pusat, Senin (22/11/2010).
Pemerintah juga dinilai cenderung membiarkan kasus ini berlarut-larut dan terus terjadi tanpa memberikan keamanan bagi rakyatnya yang bekerja di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini mengakibatkan arus kendaraan dari arah Cikini dan arah Menteng menuju Salemba tersendat. Puas berorasi, mahasiswa dari Universitas Bung Karno, Universitas Islam Negeri dan Universitas YARSI lalu membakar ban bekas.
Mahasiswa yang memakai jaket almamater warna merah, hijau dan merah marun ini membakar 6 ban bekas yang ditumpuk menjadi satu. Api pun membumbung tinggi.
10 Aparat Kepolisian yang ingin memadamkan api dihalau mahasiswa. Akibatnya, aksi dorong mendorong tidak terelakkan.
Aksi dorong mendorong mereda setelah hujan gerimis turun. Mahasiswa lalu berangsur-angsur membubarkan diri.
(aan/fay)











































