PD Siap Non-aktifkan Politisinya di BK DPR

PD Siap Non-aktifkan Politisinya di BK DPR

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 12:58 WIB
PD Siap Non-aktifkan Politisinya di BK DPR
Jakarta - Partai Demokrat (PD) siap non-aktifkan politisinya di Badan Kehormatan DPR yang pelesiran ke Turki. Tapi harus ada klarifikasi dahulu dari anggota BK DPR yang ikut studi banding ke Yunani.

"Kita ikuti saja prosesnya. Kalau ada permintaan BK dinonaktifkan, ya kita ikuti saja. Kita tidak mau menentang keputusan karena itu keputusan kita bersama, biarkan mereka memferifikasi kemana saja perginya selama di Turki," ujar Wakil Ketum PD, Max Sopacua, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2010)

Hal ini disampaikan Max menanggapi laporan 10 LSM atas kepergian 8 anggota BK DPR ke Turki. Delapan anggota BK DPR yang diduga pelesiran ke Turki di sela kunjungan studi banding di Yunani, terlebih dahulu harus dinonaktifkan dari BK DPR agar bisa diperiksa oleh BK DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanju Max menyatakan, sedari awal PD sudah mengingatkan bahwa agenda studi banding masalah etika oleh tim BK DPR ke Yunani tidak mendesak. Namun demikian rombongan tetap berangkat ke Yunani.

"Sejak awal kita sudah juga mengingatkan alangkah janggalnya kalau soal etika saja ke Yunani, kemudian ada indikasi penerbangan mereka lewat Turki," keluh Max.

Oleh karena itu, Max berharap agar anggota BK DPR yang ikut dalam rombongan studi banding tersebut dapat memberikan klarifikasinya. Sebab hal tersebut kian merusak citra DPR.

"Biarkan mereka menyampaikan itu kepada Badan Kehormatan DPR mengapa mereka mampir ke Turki," tandasnya.

Ada dua politisi PD yang turut dalam rombongan studi banding BK DPR ke Yunani. Mereka adalah Mayjen (Purn) Salim Mengga dan Darizal Basir yang masing-masing duduk di Komisi I dan XI DPR-RI.

Pada kesempatan terpisah, anggota rombongan BK DPR sudah menegaskan bahwa keperluan di Turki hanyalah untuk transit pesawat terbang. Tak benar bahwa selama di Turki mereka berwisata apalagi mencari hiburan tari perut.

"Tepatnya malam sampai Turki, ada yang menyebut hiburan, kalau hiburan itu mengunjungi sejarah. Tidak benar itu tari perut, coba Anda lihat yang berangkat sudah sepuh-sepuh, jangan fitnah!" ujar anggota BK DPR, Chairuman Harahap.
(van/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads