Internal Garuda Memang Ada Masalah, Tapi Tidak Sebabkan Kru Mogok Kerja

Internal Garuda Memang Ada Masalah, Tapi Tidak Sebabkan Kru Mogok Kerja

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 11:50 WIB
Internal Garuda Memang Ada Masalah, Tapi Tidak Sebabkan Kru Mogok Kerja
Jakarta - Asosiasi Pilot Garuda Indonesia menegaskan batalnya sejumlah jadwal penerbangan maskapai Garuda sejak Minggu (21/11) kemarin, bukan karena adanya aksi mogok yang dilakuan para kru. Namun, mereka tidak menampik jika sedang ada masalah antara internal Garuda dan para kru.   

"Memang ada masalah di internal (antara kru dan pihak manajemen), tapi secara resmi kami belum ambil sikap (seperti mogok kerja)," ujar Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia, Stephanus Gerrardus, saat berbincang dengan detikcom, Senin (22/11/2010).

Masalah internal yang dimaksud oleh Stephanus terkait dengan kekurangan kru yang dimiliki oleh maskapai milik pemerintah tersebut. Jumlah maskapai yang saat ini tersedia sudah cukup banyak dan semuanya harus dioperasikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya menyangkut masalah kekurangan SDM atau kru itu. Saat ini total pesawat yang sudah masuk sampai dengan Oktober 2010 itu ada 83 dan semua harus dioperasikan. Sementara jumlah kru saat ini, hanya 560-580 orang," katanya.

Jumlah yang tersedia ini, lanjutnya, tidak cukup jika harus ditempatkan pada 83 pesawat, sehingga butuh penambahan kru yang cukup banyak. "Jumlah pastinya kurang berapa itu ada rumusnya. Tapi paling tidak saya rasa butuh 200-300 kru lagi," lanjut Stephanus.

Masalah kekurangan kru ini, dikatakan Stephanus, sudah menjadi pembahasan alot sejak 4 bulan lalu. Dia melihat dalam hal ini pihak manajemen mengalami kelalaian dalam proses pemenuhan SDM.

"Ini terlambat, pesawat sudah masuk tapi proses rekrutmen untuk pengadaan kru belum dilakukan. Sementara untuk proses pengadaan kru itu butuh waktu dan itu tidak mudah. Apalagi proses rekrutmen ini mengatasnamakan keselamatan penumpang, jadi tidak bisa asal-asal," jelasnya.

Memang lanjut Stephanus, proses pembahasan terkait masalah pengadaan kru ini masih terus berjalan. Stephanus menjelaskan, saat ini pembahasannya sudah sampai tahap pengadaan pilot.

"Katanya untuk posisi pilot mau diisi oleh pilot asing. Kita sih nggak masalah, tapi yang masih dibahas itu adalah sistem pembayarannya yang kita takutkan nggak benar. Kita takuti nanti pembayarannya seperti langit dan bumi, dan masalah ini pastinya akan menimbulkan keresahan," ujarnya.

Maka itu sekali lagi, Stephanus meminta pada manajemen Garuda untuk memberi penjelasan pada publik bahwa penundaan sejumlah penerbangan kemarin tidak ada kaitannya dengan isu mogok kerja para kru. Karena menurutnya peristiwa itu terjadi karena ada pembaruan sistem.

"Menanggapi peristiwa kemarin, saya ingin meluruskan tentang adanya kabar pembatalan itu karena para kru sedang mogok kerja. Dan saya tegaskan bahwa berita itu tidak benar, karena kita baik pilot maupun kru lainnya itu satu komando dalam asosiasi ini," ujar Stephanus saat berbincang dengan detikcom, Senin (22/11/2010).

Stephanus merasa heran kenapa insiden itu akhirnya bisa dibelokkan dengan mogoknya para kru. Sebab menurutnya, saat sejumlah jadwal penerbangan itu menjadi kacau, seluruh kru sudah berada di lapangan,

"Kita semua terbang sesuai dengan yang dijadwalkan kok. Lalu kenapa bisa akhirnya insiden yang membuat ribuan penumpang itu terlantar kemudian dibelokkan ke kita," katanya. (lia/fay)


Berita Terkait