"Orang nggak ada apa-apa, jadi sebenarnya yang pelesiran mana. Saya pikir harus berdasarkan faktanya bahwa penerbangan pakai Turki melalui Istambul, kecuali kita pakai Athena," ujar anggota BK DPR, Chairuman Harahap, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2010).
Hal ini disampaikan Chairuman mengomentari kritik keras terhadap keberadaan BK DPR di Turki di tengah kunjungan kerja ke Yunani. Delapan anggota BK DPR ke Yunani bahkan dilaporkan ke BK DPR oleh 10 LSM.
"Waktu berangkat langsung kita berhenti ke Athena dan itu bukan merupakan susuatu hal yang diperdebatkan," terang Chairuman.
Menurut politisi Partai Golkar ini, rencana mengambil jalur penerbangan via Turki sudah ada dalam laporan BK ke Yunani. Tidak ada yang salah dalam kepegian BK DPR ke Yunani.
Dalam kesempatan ini, Chairuman juga membantah rombongan BK meminta disuguhi tari perut saat kunjungan ke Turki. Menurutnya, di Turki hanya istirahat saja sebelum melanjutkan penerbangan.
"Tepatnya malam sampai Turki, ada yang menyebut hiburan, kalau hiburan itu mengunjungi sejarah. Tidak benar itu tari perut, coba anda lihat yang berangkat sudah sepuh-sepuh, jangan fitnah," jelasnya.
(van/gun)











































