Pemerintah Pusat Diminta Perbaiki Kerusakan Jalan Nasional di Riau

Pemerintah Pusat Diminta Perbaiki Kerusakan Jalan Nasional di Riau

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 10:51 WIB
Pekanbaru - Jalan nasional di Provinsi Riau mengalami kerusakan di sejumlah titik sepanjang ratusan kilometer. Pemerintah pusat diminta turun tangan memperbaiki jalan yang menghubungkan Riau dengan sejumlah provinsi lainnya itu.

"Sudah sepuluh tahun kondisi jalan nasional di Riau yang menjadi tanggungan dana APBN dibiarkan begitu saja. Pemerintah Pusat seakan tidak perduli dengan kondisi jalan nasional yang rusak parah," kata AB Purba, Anggota DPRD Riau dalam perbincangan dengan detikcom di Pekanbaru, Senin (22/11/2010).

AB Purba menyebut, kondisi jalan nasional yang rusak itu membentang dari Jalan Lintas Timur (Jalintim). Jalur ini menghubungkan Riau ke Jambi.  Begitu juga Jalan Lintas Utara menghubungkan Riau ke Sumatera Utara, Riau menghubungkan Sumatera Barat dan  Tanapuli Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DPRD Riau bersama Pemprov Riau sudah berjuang ke pemerintah pusat untuk meminta dana perbaikan jalan tersebut. Dana yang dibutuhkan dalam memperbaiki itu dalam setahun minimal lebih dari Rp1,3 triliun. Tapi Pemerintah Pusat hanya menggelontorkan dana tak sampai 50 persen dari yang dibutuhkan," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Purba menegaskan, ,inimnya dana perbaikan ini membuat kerusakan jalan nasional di Riau tidak bisa teratasi dengan baik. Pemerintah Pusat dinilai separuh hati membangun infrastruktur di Riau maupun di Sumatera secara umum.

"Kalau kita lihat kondisi jalan nasional kita di Riau ini, maka kelasnya sama dengan  jalan kabupaten di jawa sana. Inilah bentuk ketidak adilan yang ditunjukan pemerintah pusat," kata Purba.

Menurut Purba, kerusakan jalan nasional ini memiliki berbagai dampak buruk. Di antaranya investor enggan menanamkan modalnya di Riau. Sebagai buktinya pencanangan Riau sebagai cluster turunan sawit untuk wilayah Indonesia sebelah barat. Program itu dilakukan sejak tahun 2005, tapi hingga kini tidak ada implementasi yang jelas.

"Bagaimana bisa Riau pintu gerbang kawasan cluster untuk Indonesia bagian barat, kalau kondisi jalan nasional saja kayak kubangan kerbau. Investor mana yang mau menanamkan modal, kalau pemerintah tidak mendukung infrastruktur," katanya.

(djo/djo)


Berita Terkait