"Sudah sepuluh tahun kondisi jalan nasional di Riau yang menjadi tanggungan dana APBN dibiarkan begitu saja. Pemerintah Pusat seakan tidak perduli dengan kondisi jalan nasional yang rusak parah," kata AB Purba, Anggota DPRD Riau dalam perbincangan dengan detikcom di Pekanbaru, Senin (22/11/2010).
AB Purba menyebut, kondisi jalan nasional yang rusak itu membentang dari Jalan Lintas Timur (Jalintim). Jalur ini menghubungkan Riau ke Jambi. Begitu juga Jalan Lintas Utara menghubungkan Riau ke Sumatera Utara, Riau menghubungkan Sumatera Barat dan Tanapuli Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purba menegaskan, ,inimnya dana perbaikan ini membuat kerusakan jalan nasional di Riau tidak bisa teratasi dengan baik. Pemerintah Pusat dinilai separuh hati membangun infrastruktur di Riau maupun di Sumatera secara umum.
"Kalau kita lihat kondisi jalan nasional kita di Riau ini, maka kelasnya sama dengan jalan kabupaten di jawa sana. Inilah bentuk ketidak adilan yang ditunjukan pemerintah pusat," kata Purba.
Menurut Purba, kerusakan jalan nasional ini memiliki berbagai dampak buruk. Di antaranya investor enggan menanamkan modalnya di Riau. Sebagai buktinya pencanangan Riau sebagai cluster turunan sawit untuk wilayah Indonesia sebelah barat. Program itu dilakukan sejak tahun 2005, tapi hingga kini tidak ada implementasi yang jelas.
"Bagaimana bisa Riau pintu gerbang kawasan cluster untuk Indonesia bagian barat, kalau kondisi jalan nasional saja kayak kubangan kerbau. Investor mana yang mau menanamkan modal, kalau pemerintah tidak mendukung infrastruktur," katanya.
(djo/djo)










































