Gara-gara Delay, Baru Dua Kloter yang Diterbangkan ke Tanah Air

Laporan dari Arab Saudi

Gara-gara Delay, Baru Dua Kloter yang Diterbangkan ke Tanah Air

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 09:11 WIB
Gara-gara Delay, Baru Dua Kloter yang Diterbangkan ke Tanah Air
Jakarta - Sejumlah penerbangan jamaah haji Indonesia ke tanah air mengalami keterlambatan karena padatnya Bandara King Abdul Aziz. Hingga kini baru dua kloter yang diterbangkan ke tanah air.

Berdasarkan jadwal, Minggu (21/11/2010), direncanakan 12 kloter akan
diterbangkan ke tanah air, namun hingga pukul 23.00 WAS, baru dua kloter yang diterbangkan.

Jamaah dari berbagai Negara saat ini masih memadati ruang tunggu terminal haji, bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Menurut Wahyu AS, petugas Daker Jeddah di Bandara King Abdul Aziz, baru 2 kloter jamaah yang lepas landas, yaitu kloter 1 JKG dan kloter 1 Batam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kloter 1 JKG lepas landas pada pukul 20.10 Waktu Arab Saudi (WAS), Minggu
(21/11/2010). Padahal seharusnya mereka take off pada pukul 14.46 WAS, berarti mengalami keterlambatan 5 jam 24 menit.

Sedangkan kloter 1 Batam lepas landas pada pukul 18.30 WAS, seharusnya pukul
19.30 WAS, berarti lebih cepat dari jadwal selama satu jam.

Berdasarkan pantauan MCH, jamaah haji Indonesia paling banyak memadati ruang
istirahat terminal haji bandara King Abdul Aziz, Jeddah, selain ada juga jemaah haji berasal dari Mesir, Pakistan, india, Malaysia, Brunei Darussalam, Iran, dan Sudan.

Sementara Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui sangat jarang pemulangan jamaah bisa tepat waktu. "Untuk pemulangan memang sangat sulit diprediksi. Ini karena pengaruh lalu lintas udara di Jeddah yang sangat crowded ," ujar Menag di sela meninjau Hotel Norcom, salah satu hotel tempat transit jamaah haji sebelum bertolak ke Tanah Air.

Beberapa saat setelah dari Norcom, Menag dan rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang segera bergegas ke Bandara King Abdul Azis Jeddah untuk kembali ke Tanah Air. Namun, pesawat yang ditumpangi Menag juga tak luput mengalami delay. Tak tanggung-tanggung, waktu delay cukup lama, mencapai sembilan jam.

Menurut Menag, setidaknya ada dua hal yang membuat penerbangan jamaah haji menjadi tertunda. Pertama, ada kendala teknis pesawatnya seperti kerusakan dan sebagainya. Kedua adalah memang pesawat pengangkut belum juga tiba lantaran kedatangan di King Abdul Azis juga sangat padat.

Dengan sulitnya memprediksi ketepatan waktu pemberangkatan ini, menurut dia,
cukup tepat langkah yang diambil Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan hotel transit. Setidaknya jika terjadi delay, jamaah bisa tetap beristirahat di hotel dan mengendurkan urat saraf setelah lelah menjalani prosesi ibadah. Pada tahun ini ada delapan hotel transit di Jeddah yang disediakan untuk jamaah.

(iy/anw)


Berita Terkait