Delay & Penumpukan Penumpang Masih Warnai Penerbangan Garuda Pagi Ini

Delay & Penumpukan Penumpang Masih Warnai Penerbangan Garuda Pagi Ini

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 07:17 WIB
Delay & Penumpukan Penumpang Masih Warnai Penerbangan Garuda Pagi Ini
Jakarta - Upaya perbaikan sistem di maskapai Garuda Indonesia yang diharapkan normal kembali hari ini belum terbukti. Nyatanya, penundaan pemberangkatan serta antrean panjang penumpang masih mewarnai maskapai milik pemerintah tersebut pagi ini.

Seperti diceritakan salah satu penumpang, Uni Lubis lewat akun Twitter-nya, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 510 jurusan Jakarta-Balikpapan ditunda pemberangkatannya hingga pukul 07.30 WIB.

"Pesawat GA 510 ke Balikpapan ditunda lagi ke pukul 07.30 WIB. Normalnya pukul 05.45 WIB. Padahal bangun jam 03.00 WIB," kata Uni Lubis, Senin (22/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sambil menunggu penerbangan, para penumpang oleh pihak manajemen Garuda Indonesia diminta untuk menunggu di lounge yang tersedia. "Sekarang kita disuruh ke lounge," imbuh wanita yang juga Pemimpin Redaksi ANTV tersebut.

Sementara itu pantauan detikcom pukul 05.30 WIB, antrean penumpang untuk check in di loket Garuda di Terminal 2 F (domestik) sangat panjang. Suasana di bandara tersebut juga seperti pasar malam. Bahkan, karena panjangnya antrean, akhirnya sebagian penumpang dialihkan untuk check in di loket pemberangkatan internasional.

Akibat panjangnya antrean, banyak penumpang yang akhirnya ketinggalan pesawat dan dijanjikan untuk diterbangkan pada penerbangan selanjutnya.

Menurut VP Communication Garuda Indonesia Pujobroto, banyaknya penundaan keberangkatan untuk beberapa penerbangan di Tanah Air dan Singapura lantaran maskapai plat merah tersebut saat ini sedang menerapkan sistem baru. Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS).

"Jadi sistem yang awalnya sendiri-sendiri kemudian diintegrasikan menjadi satu," kata Pujobroto saat dihubungi detikcom.

(anw/asp)


Berita Terkait