"Jika pada keberangkatan 92,6 persen kita mengalami ketepatan penerbangan. Tapi pada saat pemulangan, masalah klasik selalu terjadi, keterlambatan-keterlambatan di minggu pertama dan kedua," kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, kepada detikcom, Minggu (21/11/2010) malam.
Pujo menjelaskan keterlambatan pemulangan yang selalu terjadi di musim haji lantaran setidaknya 2,5 juta jamaah haji di seluruh dunia akan kembali ke negaranya masing-masing. Padahal, di Bandara King Abdul Aziz cuma ada 14 gate (pintu).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, kondisi akan mulai berangsur normal seminggu atau sepuluh hari pasca-pemulangan para jamaah haji khususnya yang berasal dari negara yang jamaah hajinya jumlahnya kecil. "Kalau lewat seminggu, atau 10 hari, saat jemaah negara-negara kecil selesai, gate-nya sudah bisa kita pakai."
"Jadi ini di luar kemampuan kita," ujarnya.
Tak cuma masyarakat umum yang mengalami keterlambatan pemulangan dari Tanah Suci. Bahkan Menteri Agama Suryadharma Ali pun harus delay 9 jam untuk bisa kembali ke Tanah Air. Umumnya, pesawat yang dinaiki sudah siap. Namun antre untuk terbang yang harus menunggu lama.
(anw/asp)











































