Tim Pembela Sumiati Terbang ke Arab Saudi

Tim Pembela Sumiati Terbang ke Arab Saudi

- detikNews
Senin, 22 Nov 2010 00:08 WIB
Tim Pembela Sumiati Terbang ke Arab Saudi
Jakarta - Pemerintah Indonesia malam ini berangkat ke Arab Saudi untuk menyelamatkan Sumiati Binti Salan Mustopa sekitar pukul 00.15 WIB. Tim yang berangkat menggunakan pesawat Emirates diperkirakan tiba Senin sore pukul 16.00 waktu setempat.

"Tim ini juga akan merundingkan aspek perlindungan TKI dengan
pemerintah Arab Saudi sekaligus menyampaikan model perlindungan yang
bersifat komprehensif," kata Ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat dalam press release nya yang diterima detikcom, Minggu, (21/11/2010) malam.

Tim tersebut beranggotakan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Internasional Kemenlu, Tatang B Razak, Deputi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Syafrudin, mantan atase tenaga kerja RI di Kuwait, Wisantoro dan Direktur Perlindungan dan Advokasi untuk Kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa BNP2TKI, Syaiful Idhom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adapun Ketua Tim Gabungan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Linda Ameliasari Agum Gumelar akan berangkat
menyusul," jelas Jumhur.

Tim Gabungan setibanya di Arab Saudi langsung menuju RS King Fahd di Madinah untuk memantau kondisi perawatan Sumiati. Serta memastikan proses hukum yang adil bagi korban. Tak hanya itu, juga mengupayakan dilakukannya penanganan maupun tuntutan hukum terhadap
pelaku.

"Kami juga menawarkan konsep Indonesian Social Security Programme (ISSP) yang telah diusulkan ke BNP2TKI sejak 2 tahun lalu kepada pihak Arab Saudi," tegas Jumhur.

Konsep ini menginginkan diterapkannya paket perlindungan TKI setibanya di Arab Saudi, yakni asuransi, jaminan kesehatan, bantuan tim penerjemah dan pengacara, layanan call center untuk memonitor keberadaan TKI, dan help desk (layanan pengaduan) di Bandara negara penempatan TKI.

"Artinya, saat TKI akan kembali ke Tanah Air maka sebelum terbang mereka dapat mengadukan permasalahannya dengan majikan. Namun sayang, ISSP belum direspons pemerintah Arab Saudi," beber Jumhur.
(asp/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads